CARA MENCEGAH USAHA ANDA GAGAL

Semangat untuk menjadi pengusaha merupakan semangat yang baik, dan memang sudah seharusnya dimiliki oleh semua orang yang menginginkan perubahan dalam hidupnya.

Sebagian besar hal ini saya bahas dibuku saya yang terbit Di GRAMEDIA  ( Buku Strategi menciptakan Pohon Uang dalam 3 Bulan ). Silahkan Anda beli nanti di GRAMEDIA ya.. Atau di website ini  ^_^.

Makanya anda mau berubah ? Beli nanti bukunya ya… hahaha. Sudah lupakan ini, gak ada hubungannya.. hehe.

Lanjut ya….

Untuk menjadi seorang pengusaha harus memiliki mental, kemauan, pengetahuan dan relasi yang kuat.

Namun mengapa kita sudah memulai usaha tetapi selalu gagal, mencoba lagi dan gagal lagi. Sebenarnya sebelum kita memulai usaha ada beberapa faktor yang harus kita mengerti dan miliki.

Apa saja faktornya? Nah … saya mau membagikan e-book tentang apa yang harus dimiliki bila kita mau usaha, dan apa saja yang harus kita lakukan untuk meminimalisir kegagalan dalam usaha.

SEBELUM MEMULAI USAHA PAHAMI DULU INI

Bila anda ingin memulai usaha, yang harus dipahami dulu adalah :

  1. Niat dan Tujuan.

Niat dan tujuan harus kuat serta baik dengan memohon ridho Allah, jangan niatkan usaha hanya untuk kepentingan pribadi semata dan menghalalkan segala cara. Percayalah usaha anda akan gagal seiring niat dan tujuan yang buruk, serta niat dan tujuan yang lemah.

Tidak sedikit orang yang memilih menjadi pengusaha karena ingin kaya juga seperti orang lain yang sudah kaya dari bisnis yang dilakukan.

Hal inilah yang sebenarnya yang tidak boleh dimiliki seorang pengusaha karena hal tersebut membuat hati rapuh.

Seorang pengusaha bukanlah seorang yang memiliki hati rapuh dengan keinginan atau tujuan yang lemah karena niatnya yang juga lemah, tapi seorang pengusaha adalah seorang yang memiliki pondasi hati yang kuat, yang memiliki niat dan tujuan yang besar, bukan hanya sekedar ikut-ikutan.

Cek kembali niat kita menjadi pengusaha karena setiap amal tergantung niat yang kita miliki. Dengan niat yang benar, maka akan dimiliki jugalah pondasi hati yang kuat yang akan membuat seorang pengusaha itu akan memperjuangkan bisnisnya.

Setelah itu barulah lihat tujuan yang kita miliki ketika jadi pengusaha. Tujuan akan menentukan fokus gerak bisnis kita kedepannya agar kita tidak mudah tergoda untuk menggarap bisnis lain atau cuma memikirkan keuntungan usaha kita.

Ada perkataan yang cukup familiar dikalangan para pebisnis yang bunyinya “Bisnis itu kalau tidak menipu ya ditipu, asal bukan kita saja yang menipu”.

Saya cukup setuju dengan statement tersebut karena dari pengalaman yang saya lihat memang bisnis itu seperti itu.

Banyak kejadian penipuan yang memang dilakukan secara terorganisir oleh pelakunya ataupun karena memang kitanya yang lengah. Itulah dunia bisnis, cukup kejam ya.

Asalkan bukan kita saja yang menjadi pelaku maka sesungguhnya kita yang akan selamat dalam bisnis kita di dunia dan akhirat.

Pahami juga jangan sampai niat bisnis anda disebabkan dari mindset ikut-ikutan atau emosi sesaat.

Biasanya orang yang memiliki sifat ini ketika baru buka bisnis maka dia akan melakukan hal lainnya yang padahal seharusnya jangan dulu dilakukan, hal tersebut adalah : langsung rekrut karyawan, langsung sistemasi (harusnya dilakukan saat memiliki pola bisnis yang jelas), langsung buka cabang baru, atau langsung action berlebihan.

Orang yang ingin cepat kaya tanpa memiliki kesabaran adalah sebuah kesalahan. Orang seperti itu harus banyak belajar dari proses metamorfosis kupu-kupu.

  1. Pahami usaha dan bidang usaha yang di jalani.

Membuat usaha bukan hanya sekadar memproduksi suatu barang atau jasa namun harus mengerti tentang kebutuhan masyarakat baik dari segi frekuensi, kuantitas, bentuk/jenis dan kualitasnya.

Tidak hanya itu, kita juga harus memperhitungkan lokasi usaha serta kelengkapan usaha. Pilihlah lokasi usaha yang strategis, dekat dengan pasar/konsumen, dan kemudahan akses baik dalam jangkauan fisik ataupun teknologi.

Sebab hal ini dapat mengefisienkan biaya produksi dan transportasi.

Sebagai pemula kita sebaiknya menjadi single fighter, yang perlu kita kuasai adalah memahami sistem bisnis yang kita bangun sendiri sehingga kita tidak bisa dibohongi atau ditipu dengan mudah oleh Tim, Karyawan, Partner, atau Pelanggan kita sendiri.

Agar anda memahami bidang usaha yang akan anda bangun, pertama adalah anda banyak mencari informasi tentang bisnis anda, mulai dari produk/jasa, cara pengelolaan/produksi, cara memasarkannya/siapa marketnya, hingga kompetitor dari usaha anda.

Anda bisa belajar melalui buku-buku atau mengikuti seminar yang sesuai dengan bisnis usaha yang akan anda bangun.

Carilah mentor atau pendamping usaha anda bila memang anda belum paham sekali akan usaha anda, bisa melalui dinas pemerintahan sesuai bidang usaha anda atau orang yang anda rasa cukup berpengalaman dibidang usaha tersebut.

Namun harus berhati-hati dalam memilih mentor jangan sampai terjadi penipuan. Untuk mengantisipasi penipuan pada orang-orang yang ada kemungkinan menipu kita bisa melakukan beberapa hal seperti berikut : Mengenali orang tersebut lebih dalam dengan silaturahim, membuat perjanjian dengan orang tersebut, dan check & re-check kembali tentang orang tersebut mulai dari track record-nya dan hubungan dengan saudara dan temannya.

  1. Pahami Cara Mengelola Keuangan

Keputusan strategi usaha harus berdasarkan histori administrasi. Sehingga keputusan yang diambil tidak hanya mengandalkan insting melainkan berbasis data.

Begitu juga dalam hal keuangan, anda harus dapat mengakumulasi pendapatan rutin bulanan, mengkorelasi antara pendapatan, penjualan dan penggunaan biaya operasional. Sehingga mengurangi resiko usaha dalam hal keuangan.

Heppy Trenggono mengatakan bahwa 70% pengusaha di Indonesia itu Financially Incompetence atau dengan kata lain tidak memiliki kompetensi atau pengetahuan tentang ilmu finansial.

Pada dasarnya orang yang buta finansial itu disebabkan karena kurang pahamnya pengetahuan, salah mindset, dan kurang terampil dalam mengelola keuangan.

Kesalahan seperti ini bisa fatal dalam keberjalanan bisnis karena bisa saja bisnis kita diluar terlihat baik-baik saja, tapi nyatanya dalam keadaan nafas keuangannya sebenarnya tersesak-sesak.

Apapun background-nya seorang pengusaha  harus bisa mengendalikan keuangan bisnisnya sendiri.

Banyak hal teknis tentang pengelolaan keuangan yang harus  dipahami dalam menangani keuangan dalam bisnis. Hal ini perlu fokus yang lebih untuk mempelajarinya.

  1. Upayakan tidak berhutang

Biasanya yang namanya pengusaha sangat dekat hubungan dengan kata hutang. Sebenarnya tidak  hanya pengusaha saja yang dekat dengan hutang, banyak masyarakat kita yang hidupnya setiap hari akrab dengan hutang mulai dari masyarakat ekonomi menengah kebawah ataupun masyarakat yang mapan sekalipun.

Hutang kadang bisa menjadi lingkaran setan yang jika kita sudah berada di dalamnya sangat sulit sekali keluar darinya atau bahkan lebih parahnya hutang itu sendiri bisa menjadi kebutuhan atau kebiasaan setiap hari.

Ada banyak tipe orang yang berkaitan dengan hutang.  Lebih baik jika kita menjadi orang yang sulit hutang, mudah bayar, dengan kata lain menjadi orang yan tidak selalu mengambil keputusan berhutang ketika keadaan ekonomi mendesak atau untuk membangun bisnis, dan jika akhirnya berhutang pun kita mampu mengembalikannya dengan mudah, atau paling tidak bisa mengetahui kapan kita bisa membayarnya tanpa berhutang lagi.

Jauhi sifat tipe orang mudah hutang, mudah bayar, karena bisa jadi walaupun dia berhutang dia membayar hutangnya dengan hutang lagi, atau dengan kata lain gali lubang tutup lubang. ( Ingat hutang diharamkan dalam agama ).

Khusus untuk dalam dunia bisnis, kita tidak harus melakukan hutang untuk membangun atau mengembangkan bisnis. Ada cara lain untuk tetap bisa membangun atau mengembangkan bisnis bila kita tidak punya uang atau modal dan membutuhkan modal atau uang dari pihak lain.

Ada yang namanya investor dan kerja sama bisnis, intinya disini pengusaha harus bisa memberikan impresi yang bagus dengan business plan yang memukau investor agar mau menanamkan modalnya ke dalam bisnis kita.

Selain itu teknik negosiasi dan pemahaman tentang sistem kerja sama menjadi pengetahuan yang penting yang dibutuhkan oleh seorang pengusaha  untuk menjalin kerja sama dengan investor.

  1. Pahami Tekhnologi

Kegagalan usaha, juga disebabkan pemahaman teknologi yang kurang pada diri pengusaha, ini tidak semata karena pemahaman tekhnologi produksi atau jasa namun juga pemeliharaan dan pengelolaan keuangan, misal banyak data keuangan, data nasabah yang hilang karena virus, atau ketidakmampuan staf dalam melindungi data file konsumen.

Teknologi juga berkaitan dengan keberhasilan pemasaran baik dalam mendesain grafis, publikasi profil dalam cd, membuat website atau blog gratis.

SETELAH BISNIS BERJALAN PAHAMI INI

  1. Ketaqwaan dan Sedekah

Ini seyogyanya dilakukan dari sebelum anda memulai bisnis. Ini faktor yang sangat utama. ( Dalam buku saya anda akan dipandu bagaimana menjadi pribadi yang dicintai Allah dan hidup selalu dalam keberuntungan… Daging abis deh bila anda baca ^_^ ). Udah.. Lanjut ya.

Bisnis sebenarnya bukan hanya bagaimana menghasilkan uang dan menjadi kaya, lebih dari itu adalah bagaimana agar bisnis kita bisa menjadi jalan menuju sorga Allah.

Bisnis yang hanya menghasilkan uang adalah jenis bisnis yang menyedihkan.

Kita tidak bisa memungkiri bahwa segala sesuatu didunia ini dibawah kendali dan kuasa Allah SWT. Maka untuk kita bisa menjadi pengusaha sukses harus memahami bahwa diperlukan Ridho Allah dan Pertolongan Allah dalam usaha bisnis kita.

Disamping itu pahami juga, sesungguhnya orang-orang yang suka memberi akan selalu mendapatkan apa yang diinginkannya.

Maka kita harus lebih Taqwa dan tawakal kepada Allah dalam menjalankan usaha kita, serta perbanyak sedekah, apalagi bila usaha kita sudah mulai berjalan dan menghasilkan.

  1. Mau mengikuti proses.

Bisnis adalah sesuatu yang dilakukan dengan tahapan proses. Proses bisnis yang harus dilalui ini bisa terjadi cepat atau pun lama tergantung dari pengelolaan dari pengusahanya sendiri.

Asalkan kita paham proses bisnis yang harus dilewati maka itu akan meminimalisir kesalahan terburu-buru yang mengakibatkan kesalahan dalam pengambilan keputusan pada bisnis yang dikerjakan.

Segala sesuatu yang diraih dengan cepat akan berakhir dengan cepat.

  1. Turunkan dulu Gaya Hidup

Baru jadi pengusaha baru saja gayanya sudah selangit, padahal kalau dilihat belum tentu usahanya menghasilkan profit yang besar atau memiliki cashflow yang stabil.

Bukan berarti kita berprasangka buruk kepada pengusaha yang baru menjalankan bisnisnya, tapi coba kalau kita lihat lagi lebih dalam tentang caranya membelanjakan keuangannya padahal baru jadi pengusaha pemula itu bukanlah tindakan yang sebaiknya dicontoh bagi pengusaha yang ingin belajar bagaimana caranya menjadi pengusaha yang kaya sesungguhnya.

Tidak salah bagi kita ketika sudah memiliki usaha dan ingin membeli sesuatu yang kita inginkan, tapi yang salah adalah jika kita memiliki usaha dan kita membeli sesuatu yang kita inginkan tapi sebenarnya tidak terlalu kita butuhkan.

Gaya hidup yang seperti ini biasanya akan menggrogoti bisnis kita perlahan-lahan. Kelihatannya sepertinya bisnis kita baik-baik saja tapi jika kita tidak terlalu memerhatikan bisnis kita tapi malah membelanjakan bisnis kita untuk sesuatu yang tidak penting itu bukanlah hal yang bijak.

Intinya ada pada gaya hidup kita. Coba tehnik bila ingin membeli sesuatu yang diinginkannya dengan nilai maksimal 1/10 dari nilai penghasilannya.

Misalkan keuntungannya adalah 100 juta, maka dia hanya memakai 10 juta untuk membelanjakan barang keinginannya seperti HP atau yang lainnya.

Jagalah gaya hidup anda untuk tetap sederhana walaupun anda seorang pengusaha dengan keuntungan besar.

Pergunakan dengan bijak antara keuangan pribadi dan keuangan perusahaan, jangan dicampur adukkan. Juga hati-hati, jangan menjadikan diri kita sombong atau hanya ingin terlihat kaya karena kesombongan adalah awal dari kehancuran.

Semoga bermanfaat.

Salam sukses dunia akhirat,

Hermawan Tandi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *